Kamis, 09 November 2017

Audit Sistem Informasi

2.1 Bagaimana cara pengendalian untuk personil IT?

User adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai tujuan dan sasarannya. Tujuan tersebut meliputi efisiensi dan efektivitas operasi, keandalan laporan keuangan, serta ketaatan pada hukum dan pelaporan. Ada 5 (lima) komponen pengendalian intern, yaitu :

1. Control Environment
Lingkungan pengendalian merupakan fondasi untuk pengendalian intern yang efektif. Lingkungan pengendalian terdiri atas tindakan, kebijakan dan prosedur yang mencerminkan sikap manajemen puncak, para direktur, dan pemilik entitas secara keseluruhan mengenai pengendalian intern serta arti pentingnya bagi entitas itu. Untuk memahami dan menilai lingkungan pengendalian, auditor harus mempertimbangkan subkomponen dari lingkungan pengendalian seperti;

       1. Integrity and Ethical Values
       2. Commitment to Competence
       3. Board of Directors and Audit Commitee Participation

2. Risk Assesment
Penilaian resiko atas pelaporan keuangan merupakan tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis resiko - resiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar.

3. Control Activities
Aktifitas pengendalian merupakan berbagai kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat telah dilakukan untuk menangani berbagai resiko yang telah diidentifikasi perusahaan. Terdapat 6 (enam) kategori physical control;

       1. Transaction Authorization
        2. Segregation of Duties
        3. Supervison
        4. Accounting Record
        5. Access Controls
        6. Independent Verification


4. Information and Communication
Tujuan sistem informasi dan komunikasi akuntansi dari entitas adalah untuk memulai, mencatat, memproses, dan melaporkan transaksi yang dilakukan perusahaan klien serta mempertahankan akuntabilitas aktiva terkait.

5. Monitoring
Aktifitas pemantauan berhubungan dengan penilaian mutu pengendalian intern secara berkelanjutan atau periodik oleh manajemen untuk menentukan bahwa pengendalian itu telah beroperasi seperti yang diharapkan, dan telah dimodifikasi sesuai dengan perubahan kondisi.
Pengendalian personel membangun kecenderungan alami karyawan untuk mengendalikan atau memotivasi diri mereka sendiri. Pengendalian personel memiliki 3 (tiga) tujuan.

   1. Beberapa pengendalian personel membantu mengklarifikasikan harapan. 
       Pengendalian ini membantu memastikan bahwa tiap karyawan memahami 
       apa yang diinginkan perusahaan.

   2. Beberapa pengendalian personel membantu memastikan bahwa tiap karyawan 
       mampu melakukan pekerjaan dengan baik bahwa mereka mempunyai kemampuan 
       dan sumber  daya  yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.

  3. Beberapa pengendalian personel meningkatkan kemungkinan bahwa tiap karyawan 
      akan terlibat dalam self - monitoring. Self monitoring terbilang efektif sebab 
      kebanyakan orang memiliki hati nurani yang membimbing mereka untuk melakukan  
      hal yang baik dan mampu melahirkan perasaan positif akan rasa hormat kepada diri 
      sendiri dan kepuasan saat mereka melakukan pekerjaan dengan baik serta 
      menyaksikan kebersihan perusahaan.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar